Minggu, 20 April 2014

WISATA KE GUNUNG BROMO

Diposting oleh Zakiah di 12.36
“Ya Allah… saya pengen ke Bromo”. Terbesit dalam hati ketika kali pertama saya melihat gunung Bromo yang diliput di salah satu stasiun Televisi Swasta. Hap…ternyata Allah mendengar doaku. Singkat cerita saya ke Pare untuk kursus bahasa Inggris. Setelah satu bulan saya belajar bahasa Inggris di Pare, saya dan teman-teman liburan ke gunung Bromo.
Tepat hari Sabtu setelah menghadiri Farewell Party bersama anak-anak camp "Zeal", saya bergegas mengayuh sepeda menuju Elfast. Kami berangkat sekitar jam 10 malam menggunakan Elf. Bismillah… semoga perjalanan menuju Bromo berjalan dengan lancar dan selamat sampai tujuan. Lamanya perjalanan sekitar 6 jam. Sempat merasa khawatir dan cemas karena rute perjalanan yang berkelok-kelok dan jurang yang curam ditambah gelapnya malam.
Hawa dingin sudah terasa ketika berganti mobil pick up menuju  Pananjakan. Namun pemandangan malam yang berhiaskan bintang berkelip-kelip cukup menghibur hati tatkala menahan rasa dingin. Mobil kami harus berhenti sebelum sampai ke Pananjakan karena banyaknya kendaraan yang menuju kesana baik mobil maupun motor. Mau tidak mau kami harus berjalan kaki menuju Pananjakan. Suhu udara yang dingin menusuk sampai ke tulang, nafas yang tersengal-sengal terasa sangat berat menapaki langkah demi langkah menuju Pananjakan. Bagi yang tidak sanggup jalan kaki, bisa naik ojek. Namun saya dan teman-teman tetap memilih jalan kaki untuk menikmati perjalanan.
Setibanya di Pananjakan semua orang sudah berdesakan menempati posisi menghadap ke Timur untuk bisa melihat sunrise. Selama satu jam kami menunggu terbitnya sang surya, namun kali ini Kami kurang beruntung karena tebalnya kabut menutupi sinar sang mentari. Untuk menghibur hati kami berpose-pose ria di kerumunan orang-orang.
                                   
Perjalanan belum selesai karena masih ada tempat yang akan kami kunjungi, padang Teletubies dan puncak kawah gunung Bromo. Dalam perjalanan hujan mengguyur membasahi bumi pertiwi. Untuk berlindung dari derasnya hujan kami berlindung menggunakan payung dan terpal. Karena hujan kelihatannya tak menunjukkan tanda-tanda reda. Beberapa teman-teman memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan. Setelah beberapa menit berdiskusi, akhirnya rombongan dibagi menjadi dua. Rombongan satu tetap melanjutkan perjalanan walaupun hujan, dan rombongan yang satunya lagi pulang. Saya memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan karena saya berfikir ntah kapan lagi bisa ke Bromo. Dan berharap hujan segera reda.
Jaket, sarung tangan, dan cupluk yang kami pakai tidak berfungsi lagi menjadi penghangat tubuh karena telah dibasahi oleh air hujan. Namun perlahan-lahan hujan mulai reda. Sedikit senyum pun mulai mengembang. Perjalanan selanjutnya menapaki tangga menuju puncak kawah gunung Bromo. Awalnya iseng untuk menghintung jumlah anak tangga sampai ke puncak kawah, namun baru beberapa anak tangga yang di naiki konsentrasi menjadi buyar, ntah sdh berapa langkah tangga yang sudah saya tapaki. Disela-sela menapaki anak tangga kami tetap ngeksis. Hehehe…


Waaw… kebayang dong senengnya ketika sampai di puncak kawah Bromo. Rasa dingin karena diguyur hujan, rasa capek menapaki anak tangga menuju puncak, semuanya terbayar lunas. Mata kami dimanjakan oleh indahnya pemandangan disekitar gunung Bromo, bukit-bukit yang menghijau, padang pasir yang berwarna hitam, gunung Batok yang terlihat megah, dan kerumunan orang-orang yang seperti semut.


Setelah puas dengan melihat keindahan alam disekitar gunung Bromo, kami berangsung menuruni anak tangga dan berkumpul kembali dengan teman-teman yang lain. Perjalanan menuruni anak tangga terasa lebih cepat dan ringan karena tidak membutuhkan tenaga yang ekstra seperti ketika menaiki anak tangga. Walaupun sempat ragu melangkah sampai ke puncak kawah gunung Bromo, namun pada akhirnya kita semua berhasil teman-teman.








0 komentar:

Posting Komentar

 

JEJAK LANGKAH ZAKIAH Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting